Menganalisis permasalahan sistem administrasi

 

PERMASALAHAN SISTEM ADMINISTRASI ( TROUBLESHOOTING )


A. Analisis Troubleshooting
        

        1. Konsep Dasar Troubleshooting

          Troubleshooting adalah bentuk pemecahan masalah pada suatu sistem yang sedang mengalami gangguan mengidentifikasi , merencanakan dan menyelesaikan masalah,kesalahan dalam sistem komputer.Troubleshooting digunakan pada bidang komputer, reparasi otomotif administrasi sistem, dan sistem elektronika.

        Sebelum melanjutkan,kita harus mengetahui tugas-tugas dan tanggung jawab seorang Administrator ,berikut penjelasannya.

Tugas dan Tanggung Jawab Administrator
  • Tanggung Jawab Administrator :
  1. Memperkenalkan dan mengintegrasikan teknologi baru ke dalam lengkungan pusat data yang ada.
  2. Menganalisis sistem log dan mengidentifikasi  masalah dengan sistem komputer.
  3. Melakukan audit rutin sistem dan piranti lunak.
  4. Menerapkan pembaruan SO, patch dan perubahan konfigurasi serta melakukan backup.
  5. Instalasi dan konfigurasi hardware dan software baru.
  6. Menjawab pertanyaan teknis.
  7. Menambah, menghapus, memperbarui informasi akun pengguna, reset password.
  8. Tanggung jawab untuk keamanan dan mendokumentasikan konfigurasi sistem.
  9. Mengatasi masalah dilaporkan.
  10. Sistem kinerja tuning 
  11. memastikan bahwa insfrastruktur jaringan dapat berjalan.
  • Tugas Administrator :
 Security Management, kerja mencakup masalah network administrator keamanan yaitu :

  • Firewall, piranti yang mengizinkan lalu lintas jaringan.
  • Username, sebagai informasi log in password.
  • Resouce Access, penggunaan sumber daya sesuai dengan hak akses yang diberikan. 

    2. Pengetahuan dasar sistem administrasi jaringan

    Setelah mengetahui bagaimana mendesain dan membuat jaringan, termasuk dalam proses memilih, menginstalasi dan mengetes kabel serta menentukan dimana tempat kabel diletakkan.            Administrator harus bisa mengetahui bagaimana memelihara jaringan dan menjaganya tetap berfungsi pada tingkat yang diinginkan. 
            a. Definisi dan batas tanggung jawab
            b. Biaya jaringan.
            c. Laporan kesalahan
            d. Troubleshooting jaringan

    3. Dokumentasi Jaringan

    Dokumentasi berisi jurna rancang bangun. diagram yang menunjukan jalu fisik layout kabel, jenis kabel, panjang kabel, jenis terminal kabel, lokasi fisik panel dinding atau patch panel dan mode penamaan labeling.
             a. Layout MDF dan IDF
             b. Konfigurasi server dan workstation
             c. Daftar Software
             d. Catatan Maintance
             e. Langkah pengamanan 
             f. User policy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengkonfigurasi Sistem Keamanan Jaringan

Mengkonfigurasi Sistem kontrol dan Monitoring